Merger Bank Syariah dalam Penguatan Ekonomi Syariah di Indonesia - niadi.net
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Merger Bank Syariah dalam Penguatan Ekonomi Syariah di Indonesia

Niadi.Net - Bank Syariah Indonesia (BSI) | Perindustrian di bidang perbankan syariah, rumah sakit Islam, fashion, makanan halal, pariwisata, perhotelan, dan lembaga keuangan non bank hingga pasar modal adalah beberapa dari industri sektor ekonomi syariah yang sedang dan akan terus tumbuh di Indonesia.

Negara yang jumlah penduduk muslimnya terbanyak di dunia ini mempunyai peluang yang sangat tinggi untuk dapat terus menumbuh-kembangkan ekonomi syariah karena pangsa pasar yang menjanjikan.

penguatan ekonomi syariah dimasa pemerintahan jokowi
Menurut rilis laporan dari The State of The Global Islamic Economy 2020, Negeri Pancasila ini menempati posisi ke-4, naik satu poin di tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-5, dan naik enam poin di tahun 2018 dimana Indonesia berada di posisi ke-10.

Jumlah muslim terbesar di dunia dan peningkatan industri di sektor ekonomi syariah menjadi data dan aset yang membanggakan terutama bagi mereka para pelaku industri ekonomi syariah, baik itu pemerintah maupun swasta.

"Sistem perekonomian syariah dapat menjadi alternatif dari sistem perbankan konvensional karena sistem ini mempunyai daya resistansi yang cukup kuat terhadap krisis keuangan global seperti sekarang. Dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia selanjutnya bisa menjadi pelopor ekonomi syariah dunia," kata Johanna Gani, CEO/Managing Partner Grant Thornton Indonesia seperti yang tertuang dalam keterangan tertulisnya.

Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) tentang Ekonomi dan Keuangan Syariah 2019, kinerja dari sektor ekonomi syariah bila dibandingkan dengan PDB Nasional secara umumnya lebih memuaskan dari tahun sebelumnya dimana sektor ekonomi syariah telah tumbuh hingga mencapai 5,72%.

Dalam hal jumlah kesepakatan investasi yang didapat dari seluruh sektor ekonomi Islam pada laporan BI tersebut nampaknya Indonesia bakal jadi pemimpin di sektor enkonomi syariah. Tentu, hal tersebut menjadi angin segar yang akan memicu para pelaku industri untuk terus berjuang bertahan dan melawan ditengah gempuran wabah pandemi Covid-19 sekarang ini.

peluang menjanjikan bisnis syariah di indonesia
Kinerja ekonomi syariah yang baik dan memuaskan di tahun 2019 disebutkan oleh BI tentu menjadi peluang besar dan modal awal untuk tahun selanjutnya dalam menumbuhkembangkan industri sektor ekonomi Islam, termasuk pula kinerja yang berdaya tahan tersebut akan menjadi penyokong kuat dalam menghadapi dampak wabah Covid-19.

Di negeri yang jumlah penduduknya lebih dari 260 juta ini menjadi pangsa pasar syariah yang menggiurkan untuk terus tumbuh dan besar serta menjadi aset yang penting dalam menggerakkan perekonomian dan keuangan syariah nasional.

Sejalan dengan tren positif dari ekonomi Islam tersebut, Pemerintah berupaya dalam memperkuat lembaga keuangan syariah dalam negeri-nya dengan cara melakukan penggabungan 3 Bank BUMN Syariah, yaitu BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri (BSM) dimana nantinya yang akan jadi surviving entity pada merger ini adalah BRI Syariah.

gedung bank bri syariah jakarta indonesia
Dalam hasil survey Moody's Investors Service, total aset dari leburan 3 bank syariah ini bisa mencapai 2% dari seluruh total aset perbankan di Indonesia. Bulan Februari 2021 tahun depan diharapkan merger tersebut bisa selesai, dan dari penggabungan ketiga bank tersebut itu akan menjadikan bank terbesar nomor 7 di Tanah Air dilihat dari total asetnya.

"Penggabungan tiga bank syariah ini merupakan langkah besar untuk memperkuat ekonomi syariah di Indonesia dari segi model, aset, maupun produk dan layanan yang tentunya dapat memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip syariah," ucap Johanna.

Di bidang perekonomian Islam lainnya yang terus tumbuh pesat di Indonesia adalah segmen industri produk halal. Untuk pengusaha, sertifikasi halal dapat menjadi salah satu faktor utama dalam menarik pembeli agar supaya pembeli mendapat kenyamanan dan keamanan dalam mengkonsumsi produk dari si pengusaha tersebut.

Untuk para konsumen yang beragama Islam tentunya label halal adalah suatu 'stempel' yang menjadi kewajiban bagi mereka hingga akan membuat konsumen menjadi merasa tenang dan aman dalam memilih atas produk-produk yang nanti mereka konsumsi.

sektor ekonomi islam dalam pemanfaatan dunia digital yang kekinian
Pada pemanfaatan teknologi digital seperti di ranah marketplace (e-commerce) pun transaksi atas produk halal terus meningkat, dan itu jadi suatu pertanda bahwa peluang bisnis syariah akan tetap dan terus menggiurkan walaupun sekarang ini masih dimasa pandemi Covid-19.

Contoh nyata dan paling sederhana bahwa sektor ekonomi syariah terus mendapatkan kinerja yang baik dan kuat di tengah pandemi Covid-19 ini misalnya adalah masih ada dan banyaknya aplikasi-aplikasi ponsel pintar yang menyediakan fitur Al-Qur'an digital, fitur pengingat adzan salat, buku-buku/aplikasi ceramah dan kajian Islami, hingga maraknya berbagai macam model hijab dan fashion muslimah di ranah e-commerce, serta pula merebaknya kosmetik halal. Dan kesemuanya itu menandakan bahwa eksistensi industri halal kian digemari oleh masyarakat.

"Potensi perkembangan ekonomi syariah masih sangat tinggi dan sangat didukung dengan tingkat kesadaran masyarakat muslim Indonesia saat ini terhadap konsumsi barang dan jasa halal, di tengah resesi yang melanda ekonomi syariah bisa menjadi sebuah kesempatan dan peluang bagi pelaku usaha," ujarnya.

Apakah Anda salah satu dari pelaku bisnis syariah ini, atau bahkan Anda punya niatan untuk terjun di bisnis ekonomi syariah ini? Jangan ragu! peluang ekonomi syariah di Nusantara ini akan terus dan selalu menjanjikan lho.

Post a Comment for "Merger Bank Syariah dalam Penguatan Ekonomi Syariah di Indonesia"

Dapatkan artikel terbaru langsung ke inbox email Anda. GRATIS!