Apa itu DME? Si Calon Pengganti Elpiji - niadi.net
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu DME? Si Calon Pengganti Elpiji

niadi.net - Pemerintah tengah menyiapkan suatu program untuk mensubtitusi (mengganti) Elpigi/LPG (Liquified Petroleum Gas) dengan penggantinya yaitu Dimethyl Ether (DME).

Program penggantian konsumsi LPG atau gas elpiji kepada DME ini rencananya ditargetkan mulai berlangsung di tahun 2035.

Mengenal apa itu energi DME, Calon Pengganti Gas Elpiji sebagai Bahan Bakar Memasak
sukabumiupdate.com

Di bawah ini kami sampaikan beberapa fakta mengenai Dimethyl Ether (DME):

1. DME Merupakan Hasil Olahan Batubara

Apa sih DME itu? Dimethyl Ether atau yang disingkat DME adalah sebuah hasil pemrosesan atau olahan dari batubara yang memiliki kalori rendah.

DME sebagai suatu program gasifikasi batubara bisa meningkatkan poin lebih dari batubara itu sendiri.

Sebetulnya, pelaksanaan atas gasifikasi batubara ini tak hanya menciptakan DME saja, namun juga bisa menciptakan bahan bakar lainnya dan juga bisa sebagai bahan baku di industri kimia.

2. Ciri Khas DME

Bentuk daripada DME adalah senyawa yang jernih, tak berwarna, dan yang menjadi bagian pentingnya juga bahwa DME itu ramah lingkungan serta tidak beracun.

Senyawa jernih ini memiliki kemiripan dengan bagian yang terdapat pada Liquified Petroleum Gas (LPG). Tetapi, panas yang dikeluarkan dari DME lebih sedikit rendah jika bandingkan dengan Elpiji.

3. Darimana Sumber DME?

DME tercipta dari beragam sumber, yang diantaranya adalah bahan bakar fosil juga bahan terbarukan yang bisa diperbarui.

Klaim atas Dimethyl Ether (DME) ini salah satunya ialah tidak merusak lapisan ozon, DME pun juga tidak menghasilkan NOx dan PM (particulate matter) dan tidak memiliki kandungan sulfur (belerang), serta DME ini memiliki nyala api berwarna biru.

Dalam hal energi pun, DME memiliki kesetaraan dengan Elpiji yang berkisar pada 1,58-1,76, termasuk dengan nilai panas atau kalor sebesar 30,5 MJ/kg.

4. Apa Kegunaan DME?

Apa Perbedaan LPG dan DME?
www.suarasurabaya.net

Mulanya, DME difungsikan sebagai aerosol propellant, solvent, dan juga refrigerant.

Dan seiring berjalannya waktu, DME juga telah banyak dipakai sebagai bahan bakar untuk kendaraan, genset dan juga digunakan untuk beberapa kebutuhan rumah tangga, seperti memasak.

DME di Indonesia di masa mendatang diperkirakan bisa menjadi pengganti dari gas LPG yang selama ini sudah dipakai untuk keperluan sehari-hari masyarakat.

5. Efisiensi DME

Pada hasil uji coba yang telah dilaksanakan, efisiensi yang dihasilkan oleh kompor Elpiji berkisar antara 53,75% - 59,13% dan efisiensi yang dihasilkan dari kompor DME lebih tinggi nilainya, yaitu berkisar 64,7% sampai 68,9%.

Sebagai info tambahan, proyek coal to DME ini dikerjakan oleh PT Bukit Asam dan PT Pertamina serta Air Conduct yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Rencananya, proyek pemprosessan batu bara untuk DME ini akan membutuhkan sebanyak 6 juta ton batubara per tahunnya, dengan sasaran produksi DME yang dihasilkan sebanyak 1,4 juta ton per tahun.

6. Harga Jual DME

Untuk harga jual DME, saat ini memang belum ditentukan berapa harga pasti untuk bisa mendapatkan Dimethyl Ether ini, penetapan harga DME diperlukan pertimbangan yang matang karena nantinya DME ini akan menjadi kebutuhan primer sehari-hari tiap orang.

Perihal dengan tarif produksi DME ini setidaknya terdiri atas 3 bagian anggaran, diantaranya adalah tarif untuk pasokan batubara, kedua tarif atas pemrosesannya, dan terakhir adalah tarif transportasi.

Meski demikian, kabar baiknya dari ketetapan harga batas DME ini nantinya tidak boleh lebih mahal dari harga Elpiji sekarang ini, namun juga harganya tak boleh terlalu rendah.

Demikian, beberapa fakta-fakta dari DME sang calon pengganti LPG. Semoga bermanfaat.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News

niadi.net

Follow us on Google News