Trending

Setelah Venezuela, Ini 5 Negara yang Disorot Trump (AS)

Setelah Venezuela, Trum Semakin Agresif Menekan Global, Ini 5 Negara yang Disorot AS
abcnewsfe.com
Ringkasan:
  • Trump kembali memicu ketegangan global dengan pernyataan keras terkait aneksasi dan intervensi.
  • Isu keamanan nasional, narkoba, hingga sumber daya alam jadi dalih utama AS.
  • Greenland, Kolombia, Kuba, Meksiko, dan Iran masuk radar kebijakan luar negeri Trump.
{alertringkas}

niadi.net — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia internasional.

Setelah sebelumnya Venezuela menjadi sasaran tekanan politik dan ekonomi, Trump kini memperluas spektrum pernyataannya dengan menyinggung sejumlah negara lain yang dinilai bermasalah atau strategis bagi kepentingan Amerika Serikat.

Pernyataan-pernyataan tersebut bukan hanya memantik kontroversi, tetapi juga memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik geopolitik global.

Dalam beberapa kesempatan di hadapan media, Trump menegaskan bahwa kebijakan luar negeri AS harus berpijak pada kepentingan keamanan nasional, stabilitas kawasan, serta perlindungan ekonomi Amerika.

Dari isu aneksasi wilayah hingga kemungkinan intervensi militer, pernyataan Trump dinilai mencerminkan pendekatan keras yang menjadi ciri khas kepemimpinannya.

Trump dan Arah Baru Politik Luar Negeri AS

Sejak awal masa kepemimpinannya, Donald Trump dikenal sebagai presiden yang tidak segan melontarkan pernyataan kontroversial terkait hubungan internasional.

Ia kerap menilai bahwa Amerika Serikat terlalu lama "mengalah" dan kini harus bersikap lebih tegas terhadap negara-negara yang dianggap mengancam stabilitas global atau merugikan kepentingan nasional AS.

Dalam konteks ini, Venezuela bukan satu-satunya negara yang mendapat sorotan. Trump secara terbuka menyebut beberapa negara lain yang dinilainya memiliki persoalan serius, baik dari sisi keamanan, ekonomi, maupun ideologi politik.

1. Greenland

Greenland menjadi salah satu wilayah yang paling banyak menyita perhatian publik internasional. Trump secara terang-terangan menyatakan keinginannya agar Amerika Serikat menguasai pulau terbesar di dunia tersebut.

Menurut Trump, Greenland memiliki nilai strategis yang sangat tinggi dari sudut pandang pertahanan dan keamanan nasional.

Greenland terletak di kawasan Atlantik Utara dan memiliki akses langsung ke wilayah Arktik. Kawasan ini semakin penting seiring mencairnya es kutub yang membuka jalur pelayaran baru dan potensi eksploitasi sumber daya alam.

Selain letaknya yang strategis, Greenland dikenal kaya akan mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan dalam industri teknologi tinggi, mulai dari ponsel pintar, kendaraan listrik, hingga sistem persenjataan modern.

Dominasi China dalam produksi mineral ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi AS.

Meski demikian, pemerintah Greenland dan Denmark secara tegas menolak gagasan aneksasi. Mereka menegaskan bahwa Greenland bukan komoditas yang bisa diperjualbelikan dan setiap bentuk kerja sama harus menghormati hukum internasional.

2. Kolombia

Kolombia juga masuk dalam daftar negara yang disinggung Trump. Isu utama yang diangkat adalah produksi dan peredaran kokain yang dinilai masih tinggi dan berdampak langsung pada Amerika Serikat.

Trump menilai bahwa upaya pemerintah Kolombia dalam memberantas narkoba belum cukup efektif. Ia bahkan sempat melontarkan wacana operasi lintas batas untuk menekan jaringan kartel narkoba.

Presiden Kolombia Gustavo Petro membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa negaranya telah melakukan penyitaan narkoba terbesar sepanjang sejarah.

Namun, data internasional menunjukkan bahwa produksi kokain Kolombia masih berada pada level tertinggi, sehingga isu ini tetap menjadi sumber ketegangan dalam hubungan bilateral kedua negara.

3. Kuba

Kuba, sekutu lama Venezuela, juga tak luput dari perhatian Trump. Berbeda dengan negara lain, Trump menilai bahwa intervensi militer tidak diperlukan karena Kuba disebut sedang berada di ambang keruntuhan ekonomi.

Selama bertahun-tahun, Kuba mendapat pasokan energi dan dukungan ekonomi dari Venezuela. Ketika Venezuela mengalami krisis, dampaknya langsung dirasakan oleh Kuba.

Pejabat tinggi AS menyebut bahwa pemerintah Kuba menghadapi tekanan besar dari dalam negeri, mulai dari krisis ekonomi hingga ketidakpuasan publik. Situasi ini dinilai membuat posisi Kuba semakin lemah di kancah internasional.

4. Meksiko

Hubungan Amerika Serikat dan Meksiko kembali memanas setelah Trump mengkritik keras upaya pemberantasan kartel narkoba di negara tetangganya tersebut.

Trump mengungkap bahwa dirinya sempat menawarkan bantuan militer kepada pemerintah Meksiko untuk memerangi kartel narkoba. Namun, tawaran tersebut ditolak dengan tegas.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa negaranya menolak segala bentuk campur tangan asing dalam urusan domestik. Meksiko berpegang pada prinsip kedaulatan dan non-intervensi, yang menjadi dasar kebijakan luar negerinya sejak lama.

5. Iran

Iran menjadi negara terakhir yang masuk radar pernyataan keras Trump. Ketegangan meningkat seiring gelombang protes anti-pemerintah di dalam negeri Iran.

Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam jika pemerintah Iran kembali melakukan kekerasan terhadap demonstran. Selain itu, isu pengembangan program nuklir dan rudal balistik Iran kembali menjadi sorotan utama.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan asing. Ia menyebut bahwa Iran siap menghadapi segala bentuk ancaman dan akan mempertahankan kedaulatan nasionalnya.

Dampak Global Pernyataan Trump

Pernyataan Trump terhadap sejumlah negara ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan global. Para analis menilai bahwa retorika keras tersebut dapat memicu ketidakstabilan geopolitik, terutama jika diikuti dengan kebijakan nyata di lapangan.

Sejumlah negara dan organisasi internasional menyerukan agar Amerika Serikat tetap mengedepankan diplomasi dan menghormati hukum internasional. Pendekatan unilateral dinilai berisiko memperburuk konflik yang sudah ada.

Donald Trump kembali menunjukkan pendekatan agresif dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Dari Greenland hingga Iran, berbagai negara disebut sebagai bagian dari kepentingan strategis AS, baik karena faktor keamanan, ekonomi, maupun politik.

Meski sebagian pernyataan masih bersifat retorika, dampaknya terhadap stabilitas global tidak bisa dianggap remeh. Dunia kini menanti, apakah tekanan verbal ini akan berujung pada langkah konkret atau sekadar menjadi bagian dari strategi politik Trump di panggung internasional.

Lebih baru Lebih lama
Cek tulisan lainnya lebih cepat melalui saluran WhatsApp
Support kami dengan SHARE tulisan ini dan traktir kami KOPI.

Formulir Kontak