Trending

Riyadh Menghijau dengan 762 Taman Tembus 1 Juta m²

Riyadh Menghijau dengan 762 Taman Tembus 1 Juta m²
saudigazette.com.sa
Ringkasan:
  • Riyadh memiliki lebih dari 762 taman dengan luas ruang hijau menembus 1 juta meter persegi
  • Pemerintah kota membangun sekitar 120 taman baru dalam 5 tahun terakhir
  • Pengembangan ruang hijau menjadi strategi utama menuju kota berkelanjutan
{alertringkas}

niadi.net — Kota Riyadh kini menunjukkan transformasi signifikan dalam pengembangan ruang terbuka hijau. Ibu kota Arab Saudi tersebut secara konsisten memperluas taman kota dan area rekreasi sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat konsep pembangunan berkelanjutan.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, total luas ruang terbuka hijau (RTH) di Riyadh telah melampaui angka 1 juta meter persegi. Angka ini mencerminkan komitmen serius pemerintah kota dalam menghadirkan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi warganya, terutama di tengah kondisi geografis yang didominasi iklim gurun.

Ekspansi Taman Kota yang Masif

Saat ini, Riyadh memiliki sedikitnya 762 taman dan area rekreasi yang tersebar di berbagai wilayah permukiman. Penyebaran ini bukan tanpa alasan. Pemerintah kota menerapkan pendekatan desentralisasi fasilitas hijau agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses taman tanpa harus menempuh jarak jauh.

Dengan strategi ini, setiap kawasan permukiman diupayakan memiliki ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas sosial, olahraga, maupun relaksasi. Keberadaan taman-taman ini juga berfungsi sebagai ruang interaksi komunitas yang memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Selama lima tahun terakhir, pembangunan taman baru dilakukan secara konsisten dengan total sekitar 120 taman tambahan. Jika dirata-rata, pembangunan ini setara dengan dua taman baru setiap bulan—sebuah angka yang cukup agresif untuk proyek infrastruktur perkotaan.

Ikon Ruang Hijau: King Abdullah Gardens

Ikon Ruang Hijau: King Abdullah Gardens
kaig.net

Salah satu proyek paling ambisius dalam pengembangan ruang hijau di Riyadh adalah King Abdullah Gardens. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu kebun botani terbesar di dunia dengan luas mencapai lebih dari 1,5 juta meter persegi.

Kompleks ini tidak hanya berfungsi sebagai taman biasa, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan konservasi lingkungan. Beragam taman tematik dikembangkan di dalamnya, mulai dari taman air yang menghadirkan elemen pendingin alami, taman anak-anak yang ramah keluarga, hingga taman khusus untuk burung dan reptil.

Selain itu, terdapat pula taman bunga dengan koleksi tanaman beragam serta taman gurun yang menampilkan ekosistem khas wilayah kering. Keberagaman ini menjadikan King Abdullah Gardens sebagai destinasi rekreasi sekaligus pusat pembelajaran lingkungan yang komprehensif.

Tak berhenti di situ, fasilitas seperti museum botani dan bank gen juga tersedia di kawasan ini. Bank gen berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan menyimpan berbagai spesies tanaman untuk kepentingan penelitian dan konservasi jangka panjang.

Strategi Kota Berkelanjutan

Pengembangan ruang terbuka hijau di Riyadh bukan sekadar proyek estetika kota. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari strategi besar menuju kota berkelanjutan.

Pemerintah kota menyadari bahwa keberadaan taman dan ruang hijau memiliki dampak langsung terhadap kualitas udara, suhu lingkungan, serta kesehatan masyarakat.

Dalam konteks urban planning modern, ruang hijau berfungsi sebagai “paru-paru kota” yang membantu menyerap polusi dan mengurangi efek urban heat island. Di kota dengan suhu ekstrem seperti Riyadh, kehadiran taman menjadi solusi penting untuk menciptakan mikroklimat yang lebih sejuk.

Selain manfaat lingkungan, ruang terbuka hijau juga memberikan dampak sosial dan ekonomi. Taman kota dapat meningkatkan nilai properti di sekitarnya, menarik wisatawan, serta membuka peluang usaha baru di sektor rekreasi dan layanan publik.

Aksesibilitas dan Distribusi Merata

Salah satu fokus utama pemerintah kota adalah memastikan distribusi taman yang merata di seluruh wilayah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan akses antara pusat kota dan kawasan pinggiran.

Dengan pendekatan ini, setiap warga Riyadh memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati fasilitas hijau. Aksesibilitas yang baik juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif secara fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berolahraga di ruang terbuka.

Peningkatan akses terhadap ruang hijau ini juga berkontribusi pada kesehatan mental masyarakat. Lingkungan yang asri terbukti dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Proyeksi Pengembangan ke Depan

Pemerintah Riyadh menegaskan bahwa program perluasan ruang hijau akan terus berlanjut. Penambahan taman baru direncanakan di berbagai titik strategis, termasuk kawasan yang sedang berkembang.

Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang untuk menjadikan Riyadh sebagai kota modern yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. Integrasi antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan menjadi kunci utama dalam transformasi ini.

Dengan semakin luasnya ruang terbuka hijau dan bertambahnya jumlah taman, Riyadh diproyeksikan mampu menjadi salah satu kota paling layak huni di kawasan Timur Tengah. Upaya ini sekaligus memperkuat citra kota sebagai pusat urban yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat modern.

Lebih baru Lebih lama
Cek artikel lainnya lebih cepat melalui saluran WhatsApp. Dan support kami dengan SHARE tulisan ini serta trakteer kami KOPI.

Formulir Kontak