Trending

Pengguna Meta Turun Hingga 20 Juta, Ini Penyebabnya

Pengguna Meta Turun Hingga 20 Juta, Ini Penyebabnya
verdict.co.uk
Ringkasan:
  • Jumlah pengguna harian Meta turun hingga 20 juta dalam satu kuartal.
  • Pembatasan internet di Iran dan Rusia disebut sebagai pemicu utama.
  • Meski pengguna turun, Meta justru meningkatkan investasi besar di AI.
{alertringkas}

niadi.net — Perusahaan teknologi raksasa Meta Platforms menghadapi dinamika yang cukup kompleks pada awal tahun 2026.

Dalam laporan kinerja terbarunya, perusahaan mencatat penurunan signifikan pada jumlah pengguna aktif harian yang tergabung dalam ekosistem aplikasinya. Penurunan ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang justru meningkat tajam.

Meta menggunakan metrik yang disebut "Family Daily Active People" untuk mengukur total pengguna aktif harian dari seluruh platform miliknya, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger. Dalam periode kuartal terbaru, angka ini tercatat mengalami penurunan sekitar 20 juta pengguna dibandingkan kuartal sebelumnya.

Manajemen perusahaan menyebut bahwa faktor eksternal menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah pengguna tersebut. Salah satu yang paling berpengaruh adalah pembatasan akses internet di Iran, yang secara langsung menghambat aktivitas pengguna di platform Meta. Selain itu, pembatasan layanan WhatsApp di Rusia turut memberikan kontribusi terhadap penurunan tersebut.

Namun, langkah Meta dalam menyatukan seluruh data pengguna ke dalam satu metrik agregat memunculkan kritik dari berbagai kalangan. Sejumlah analis menilai bahwa pendekatan ini berpotensi menyamarkan kinerja masing-masing platform secara individual. Dengan kata lain, publik sulit mengetahui aplikasi mana yang sebenarnya mengalami penurunan paling signifikan.

Di tengah tekanan tersebut, Meta justru mengambil langkah agresif dalam memperkuat posisinya di sektor teknologi masa depan, khususnya kecerdasan buatan. Perusahaan berkomitmen untuk menggelontorkan investasi besar dalam pengembangan infrastruktur dan kapabilitas AI.

Hal ini tercermin dari revisi proyeksi belanja modal (capital expenditure) Meta untuk tahun 2026. Awalnya, perusahaan menetapkan anggaran dalam kisaran yang lebih rendah, namun kini dinaikkan menjadi antara USD 125 miliar hingga USD 145 miliar. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan sekitar USD 10 miliar dari estimasi sebelumnya.

Menurut Chief Financial Officer Meta, Susan Li, peningkatan anggaran ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan komputasi yang terus berkembang. Ia mengakui bahwa perusahaan sebelumnya kurang mengantisipasi lonjakan permintaan terhadap kapasitas komputasi, terutama yang berkaitan dengan pengembangan teknologi AI generatif.

Selain itu, lonjakan biaya juga dipengaruhi oleh kenaikan harga komponen teknologi serta kebutuhan pembangunan pusat data (data center) baru dalam skala besar. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting bagi Meta untuk bersaing dalam perlombaan teknologi AI global yang semakin ketat.

Menariknya, di balik penurunan jumlah pengguna, kinerja finansial Meta justru menunjukkan tren yang sangat positif. Pendapatan perusahaan melonjak sekitar 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sebelumnya USD 42,3 miliar, kini meningkat menjadi USD 56,3 miliar dalam satu kuartal.

Pertumbuhan ini menjadi yang tercepat sejak tahun 2021, menunjukkan bahwa model bisnis Meta masih memiliki daya tahan yang kuat, terutama dari sektor iklan digital. Namun, tidak semua lini bisnis memberikan kontribusi positif.

Divisi Reality Labs, yang berfokus pada pengembangan teknologi Virtual Reality (VR) dan perangkat wearable, kembali mencatatkan kerugian besar. Pada kuartal ini, unit tersebut mengalami kerugian operasional hingga USD 4,03 miliar.

Kerugian ini memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, divisi tersebut juga telah mengalami dua kali gelombang pemutusan hubungan kerja sejak awal tahun, sebagai bagian dari upaya efisiensi.

Tekanan dari laporan kinerja yang bercampur antara pertumbuhan pendapatan dan penurunan pengguna ini turut mempengaruhi sentimen pasar. Saham Meta dilaporkan mengalami penurunan lebih dari 7% setelah laporan keuangan dirilis.

Kondisi ini mencerminkan adanya kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan pertumbuhan pengguna, yang selama ini menjadi indikator utama dalam industri media sosial. Di sisi lain, strategi investasi besar-besaran di bidang AI juga menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas dan jangka waktu pengembalian investasinya.

Dengan kombinasi antara tekanan geopolitik, perubahan perilaku pengguna, serta transformasi teknologi yang masif, Meta kini berada dalam fase transisi yang krusial. Perusahaan harus mampu menyeimbangkan antara menjaga basis pengguna, meningkatkan pendapatan, serta membuktikan bahwa investasi besar di teknologi masa depan dapat memberikan hasil yang sepadan.

Lebih baru Lebih lama
Cek artikel lainnya lebih cepat melalui saluran WhatsApp. Dan support kami dengan SHARE tulisan ini serta trakteer kami KOPI.

Formulir Kontak