Trending

Pengumuman Hasil TKA 2026 Rilis 26 Mei, Ini Cara Ceknya

Pengumuman Hasil TKA 2026 Jenjang SD-SMP Rilis 26 Mei, Ini Cara Ceknya
detik.net.id
Ringkasan:
  • Hasil TKA 2026 diumumkan 26 Mei dan hanya bisa diakses melalui sekolah.
  • Tingkat partisipasi siswa SD-SMP mencapai lebih dari 97%.
  • Ujian susulan digelar 11–19 Mei untuk peserta yang terkendala.
{alertringkas}

niadi.net — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs resmi berakhir pada akhir April. Setelah seluruh rangkaian ujian utama selesai, pemerintah kini bersiap memasuki tahap pengolahan hasil hingga pengumuman yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan bahwa mekanisme pengumuman hasil TKA berbeda dengan sistem seleksi pendidikan tinggi. Akses terhadap hasil tidak diberikan langsung kepada siswa, melainkan melalui satuan pendidikan masing-masing.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menjelaskan bahwa sekolah akan menjadi pihak pertama yang menerima hasil resmi dalam bentuk dokumen kolektif.

"Satuan pendidikan nanti bisa mengakses hasil TKA-nya di dalam bentuk Daftar Kolektif Hasil TKA (DKHTKA)," jelasnya.

Dokumen tersebut berisi data hasil seluruh peserta didik dalam satu sekolah. Setelah diterima, pihak sekolah wajib melakukan proses verifikasi data siswa sebelum hasil akhir dapat diterbitkan secara individual.

Tahapan verifikasi ini mencakup pemeriksaan identitas siswa secara menyeluruh, seperti nama lengkap, tempat lahir, tanggal lahir, hingga kesesuaian data administratif lainnya. Proses ini menjadi krusial untuk menghindari kesalahan dalam penerbitan sertifikat hasil.

Sertifikat Hasil TKA (SHTKA)

Setelah seluruh data dipastikan valid, sekolah harus mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) ke dalam sistem TKA. Dokumen ini menjadi syarat utama sebelum Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) dapat diterbitkan.

"Satuan pendidikan kemudian melakukan verifikasi biodata sebelum nanti akhirnya sekolah sendiri menerbitkan SHTKA untuk murid yang melaksanakan TKA," imbuh Toni.

SHTKA nantinya akan memuat nilai serta kategori capaian masing-masing siswa. Sertifikat ini menjadi dokumen penting dalam evaluasi akademik dan potensi pengembangan pendidikan siswa ke depan.

Pengumuman Hasil TKA 2026 oleh Sekolah

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Rahmawati, mengingatkan masyarakat agar tidak keliru memahami mekanisme pengumuman hasil TKA yang beredar di media sosial.

"Mekanisme pengumuman hasil ini kami banyak melihat di media sosial seolah-olah pengumuman hasil di tanggal 26 Mei individu murid bisa mengecek hasilnya. Tetapi, mekanisme yang benar, proses untuk mengakses hasil TKA dilakukan oleh satuan pendidikan jadi oleh sekolah," pesannya.

Ia menegaskan bahwa tidak tersedia akses langsung bagi siswa untuk mengecek hasil secara mandiri melalui laman TKA. Seluruh proses tetap terpusat melalui sistem sekolah.

"Sekolah akan masuk ke laman TKA, mendapatkan hasil TKA untuk semua murid di sekolah tersebut dalam bentuk Daftar Kolektif Hasil TKA," sambung Rahmawati.

Penjelasan ini penting untuk menghindari kebingungan di kalangan siswa yang mungkin mencoba mengakses hasil secara mandiri pada hari pengumuman.

"Jadi bukan setiap individu siswa bisa masuk ke laman TKA kemudian mengecek hasil masing-masing individu siswa. Mohon diluruskan. Nanti ada murid yang mencoba di tanggal 26 Mei, 'Kok tidak bisa?'. Karena memang aksesnya bukan ke murid, tapi aksesnya melalui satuan pendidikan," imbuhnya.

Meskipun demikian, sekolah diperbolehkan untuk menyampaikan informasi hasil kepada siswa sejak tanggal pengumuman. Namun, penyampaian tersebut tetap harus mempertimbangkan etika dan format data yang bersifat kolektif.

"Boleh (sekolah umumkan nilai pada 26 Mei), tetapi memang format dari kami itu daftar untuk semua murid, sehingga lebih elok dan lebih etis kalau sekolah menyampaikannya nanti ya," ucap Rahmawati.

Adapun waktu penerbitan SHTKA bergantung pada kecepatan masing-masing sekolah dalam menyelesaikan proses verifikasi dan pengunggahan dokumen. Sekolah yang telah melakukan validasi data sejak awal cenderung lebih cepat dalam menerbitkan sertifikat.

"Kalau sejak pendaftaran TKA sudah dicermati namanya, tanggal lahirnya, tempat lahirnya, ya nanti tidak terlalu lama yang harus diverifikasi pada saat mau mencetak SHTKA. Tapi, kadang-kadang memang ada yang setelah terbit, mau dimunculkan SHTKA nya, ternyata masih harus ada yang diverifikasi ulang," tandasnya.

Partisipasi TKA SD-SMP Hampir 100%

Di sisi lain, tingkat partisipasi siswa dalam TKA 2026 menunjukkan angka yang sangat tinggi. Data Kemendikdasmen mencatat kehadiran peserta di jenjang SD mencapai 98,51 persen dari total sekitar 8,9 juta siswa terdaftar. Artinya, sekitar 8,8 juta siswa mengikuti ujian.

Untuk jenjang SMP, tingkat kehadiran tercatat sebesar 97,22 persen dari sekitar 4,3 juta peserta, dengan lebih dari 4,2 juta siswa hadir.

"Pelaksanaan TKA tahun ini untuk SD-SMP menunjukkan capaian yang saya kira mengembirakan dengan konsistensi dari berbagai gelombang," tutur Toni.

Tingginya angka partisipasi ini mencerminkan kesiapan sistem pendidikan dalam mengimplementasikan TKA secara luas dan efektif. Selain itu, hal ini juga menjadi indikator bahwa program tersebut telah diterima secara positif oleh sekolah dan peserta didik.

"Saya kira ini juga sinyal kuat bahwa TKA ini diterima dan dijalankan dengan serius oleh sistem pendidikan kita," ungkap Toni lagi.

Meski demikian, tidak semua pelaksanaan berjalan tanpa hambatan. Beberapa daerah dilaporkan mengalami kendala teknis seperti pemadaman listrik, gangguan jaringan internet, hingga bencana alam, termasuk gempa susulan di wilayah Maluku Utara.

Sebagai solusi, pemerintah menyediakan jadwal ujian susulan bagi peserta yang terdampak. Ujian susulan ini dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 19 Mei 2026.

"Itu sudah kami lakukan penyelesaiannya melalui ujian susulan secara otomatis. Mereka melaporkan dan kami atur untuk dipindahkan ke susulan," urainya.

Selain itu, evaluasi pelaksanaan TKA juga menyoroti kebutuhan adanya gelombang khusus untuk peserta nonformal, sebagaimana telah diterapkan pada jenjang pendidikan menengah atas.

Setelah seluruh rangkaian ujian, termasuk susulan, selesai dilaksanakan, proses pengolahan hasil akan dilakukan secara intensif dalam waktu singkat.

"Pengolahan hasil kita akan lakukan 20-24 Mei, ini kita lakukan secara cepat dalam waktu 5 hari (oleh) tim Ibu Kapus (Kepala Pusmendik Kemendikdasmen) dengan teman-teman akan mengolah hasil dan akan diumumkan tepat waktu di 26 Mei 2026," kata Toni.

Lebih baru Lebih lama
Cek artikel lainnya lebih cepat melalui saluran WhatsApp. Dan support kami dengan SHARE tulisan ini serta trakteer kami KOPI.

Formulir Kontak