Trending

Macam-macam Penyakit pada Ayam dan Cara Mengatasinya

niadi.net - Budidaya ayam pedaging maupun petelur memang mendatangkan keuntungan, terlebih permintaan telur dan daging terus ada. Namun di sisi lain, kerugian juga bisa menyertai, karena petaka dengan kehadiran penyakit ayam.

Walau banyak yang mundur untuk jadi pengusaha ayam saat masalah ini terjadi, tak sedikit pula yang memilih untuk bertahan. Terlebih bagi peternak yang sudah tahu cara menanggulanginya.

Berikut ini adalah macam-macam penyakit ayam paling utama, lengkap dengan pencegahan, serta pengobatannya.

A. Penyakit Tetelo pada Ayam

1. Newcastle Disease (ND) atau Tetelo

penyakit ayam tetelo
nimedhealth.com.ng

Penyebab jenis penyakit ini adalah virus yang menular dari ayam atau unggas lainnya. Akibatnya, saraf pernapasan pada unggas menjadi terganggu.

Cara penularannya pun dapat terjadi saat anda menyentuh unggas yang terinfeksi tetelo, di mana virus menempel pada pakaian, sandal, sepatu, maupun item lainnya, tersebar ke unggus sehat.

Adapun gejala ayam yang terinfeksi terlihat dari sistem pernapasan mulai terusik, mata jadi keruh, ada cairan keluar dari hidung, leher melilit, sayap dan kakinya lumpuh, bahkan ayam betina tidak bertelur lagi.

Saat penyakit tetelo menyerang ayam dewasa, biasanya mereka bisa pulih. Sebaliknya jika anak ayam yang terserang, biasanya mereka tidak bisa bertahan dan akhirnya mati.

B. Penyakit Kutil pada Ayam

2. Fowl Pox (Cacar Ayam)

obat penyakit jengger ayam di apotik
cs-tf.com

Penyakit ini disebabkan oleh virus Avipox yang bisa menular dan menyebar ke kandang terdekat. Gejala yang timbul adalah terdapatnya bintik-bintik putih pada kulit ayam, terdapat bisul putih di area trakea atau mulut ayam, adanya luka lecet pada jengger ayam, serta ayam betina bisa berhenti bertelur.

Cara mengatasi ayam yang terserang penyakit ini adalah memberinya pakan yang lunak. Tempatkan unggas ini di kandang yang kering dan hangat. Lakukan pula perawatan secara optimal agar ayam lekas sembuh.

Sementara untuk mencegah Fowl Pox adalah menggunakan vaksin khusus. Usahakan juga agar penyakit tidak disebarkan oleh nyamuk dan unggas lain yang sudah terkontaminasi.

3. Penyakit Puyuh

Dalang dari penyakit yang dikenal pula dengan nama Quail Diseases ini adalah bakteri berbentuk spora, Clostridium colinum. Penyebarannya pun melalui kotoran atau pun unggas yang sudah terinfeksi. Karena bakter ini sudah kebal disinfektan, maka ayam tetap terancam terinfeksi. Bahkan saat penyakit puyuh ini sudah akut, ayam bisa mati mendadak.

Gejala penyakit ini umumnya terlihat saat ayam menjadi lesu, diare disertai cairan putih, bulu acak-acakan, dan posturnya menjadi bungkuk. Saat tak segera diobati, ayam akan mati dalam keadaan sangat kurus.

Saat penyakit ini menyerang ayam anda, sebaiknya hubungi dokter hewan maupun bantuan TS. Biasanya mereka akan memberikan penicillin dan bacitracin sekaligus memberi tahu cara pengobatannya.

4. Botulisme

penyakit ayam broiler
sunnysideupfarmhome.wordpress.com

Botulisme terjadi karena konsumsi dari bakteri Clostridium botulium. Tak hanya rentan menyerang unggas liar dan domestik, efek racunnya bahkan bisa menginfeksi ayam petelur maupun pedaging terbaik. Saat ayam anda terinfeksi penyakit ini, kemungkinan bakteri sudah mencemari air dan makanan ayam.

Gejala botulisme dimulai dengan tremor yang progresif, kemudian berlanjut pada kelumpuhan dan pernapasan ayam menjadi terganggu. Bulu ayam pun mudah dicabut. Semakin lama, ayam akan tumbang.

Pecegahan penyakit pada ayam ini dapat dilakukan dengan menyiapkan antitoksin yang direkomendasikan dokter hewan.

Saat terjadi gejala yang mencurigakan, segera campur air hangat dengan 1 sendok teh garam Epsom. Pastikan pula lingkungan ayam tinggal bersih, termasuk dari bangkai hewan lain.

5. Folw Cholera

Kolera unggas atau pasterurolosis disebabkan oleh Pasteurella multocida. Makanan, air, hingga hewan liar yang sudah terkontaminasi bakteri ini bisa menjadi pemicu Fold Cholera.

Ciri-ciri ayam yang menderita penyakit ini di antaranya akan mengalami diare dengan kotoran berwarna kekuningan dan kehijauan, nyeri sendi, kesulitan bernapas, serta kepalanya berubah menjadi gelap.

Sampai saat ini, cara pencegahan belum diketahui pasti. Namun jika ada ayam yang terinfeksi dan mati, bangkai unggas tersebut harus segera dimusnahkan agar tidak menular.

C. Penyakit yang Menyerang Ayam Pedaging dan Cara Mengendalikan

6. Necrotic enteritis (NE)

penyakit ayam dan obatnya
www.thehappychickencoop.com

Gejala dan ciri penyakit ini adalah kotoran ayam encer berwarna kecoklatan dan menempel di kloaka, serta usus menebal seperti handuk yang rapuh.

Cara pengobatan Necrotic enteritis dengan menggunakan obat serbuk therapy, Sulfamix, atau Neo Meditril.

7. Koksidiosis

Gejala penyakit ini akan terlihat dari feses ayam bercampur darah, serta akan terjadi pendarahan di usus. Sementara itu, cara mengatasi koksidiosis dengan menggunakan Toltradex, Coxy atau Therapy.

8. Leucocytozoonosis

Feses berwarna hijau, ayam terlihat depresi, hilangnya nafsu makan, muntah darah, jengger pucat, produksi telur menurun, hingga kelumpuhan diikuti kematian adalah ciri dan gejala penyakit leucocytozoonosis.

Bahkan, penyakit ini akan menyebabkan pendarahan bentuk titik pada hampir seluruh organ (hati, paru-paru, limpa, pankreas, otot dada/paha, dan lainnya), terdapatnya gumpalan darah di rongga perut dan saluran pernapasan, serta pendarahan di paru-paru.

Untuk mengobati penyakit leucocytozoonosis adalah dengan menggunakan Maladex, Antikoksi, atau Erysuprim.

9. Malaria Unggas

jenis penyakit ayam dan obatnya
www.hobbyfarms.com

Ciri-ciri dan gejala dari malaria unggas ini di antaranya menurunnya nafsu makan, anemia, jengger dan pial tampak pucat, bintik pendarahan pada kulit, diare kehijauan, serta produksi telur menurun.

Selain itu, bintik pendarahan pada orcan cisceral dan otot dada, karkas berwarna pucat, pembesaran limpa, serta radang glomerusul ginjal juga merupakan gejala penyakit malaria unggas.

Obat Maladex, Antikoksi, dan Erysuprim juga merupakan cara dalam mengatasi penyakit malaria unggas ini.

10. Aspergillosis

Gejala dari penyakit ini, ayam akan batuk dan sulit bernapas. Bungkul-bungkul putih di paru-paru dan kantung udara juga menjadi ciri dari aspergillosis.

Cara menanggulanginya adalah dengan menggunakan Cupri sulfat 1 gram tiap 5 liter air minum. Selain itu, berkan pula terapi suportif dengan Fortevit.

D. Cara Mengobati Ayam Sakit

11. Mycotoxicosis

penyakit ayam bangkok
thehipchick.com

Ciri dan gejala dari penyakit ini di antaranya nafsu makan yang turun, feses lebih encer, anemia, mudah terinfeksi penyakit lain, serta kematian harian meningkat.

Pendarahan garis di otot paha dan dada, kerempeng pada ambela (gizzard), hati membengkak, pucat dan rapuh juga terjadi saat ayam menderita mycotoxicosis.

Sayangnya, penyakit ini masih belum bisa diobati. Namun untuk meringankan gejalanya, ayam bisa diberi Freetox guna mengikat toksin dan memberikan suportif dengan Fortevit dan Heprofit untuk mengurangi kerusakan hati.

12. Colibacillosis

Ayam yang sulit bernapas, diare, radang pusar (saat DOC), terjadi peradangan pada usus, radang pada selaput penutup paru-paru, serta hati dan jantung diselimuti selaput fibrin merupakan ciri colibacillosis.

Cara mengobati penyakit pada ayam ini adalah dengan menggunakan ampicol, Neo Medritil, atau Tetra Chlor.

E. Penyakit Ayam Mata Bengkak

13. Infeksi Bronchitis

penyakit anak ayam mata bengkak
www.poultrytrends.in

Infectious Bronchitis Virus (IBV) adalah penyebab penyakit ini. Gejala awal ayam yang mengalaminya adalah mereka akan bersin, batuk, dan mendengkur. Selain itu, ada cairan keluar dari mata dan hidungnya. Akhirnya, ayam juga tidak bisa bertelur lagi.

Pencegahan infeksi bronchitis dilakukan dengan memberikan vaksin. Tetapi jika sudah terinfeksi, lakukan karantina pada ayam karena virus ini bisa menyebar dengan cepat melalui udara. Tempatkan pula ayam di kandang kering dan hangat. Kemudian, berikan teh herbal hangat lengkap dengan rempah-rempah untuk ayam yang sakit.

F. Penyakit Ayam Snot

14. Infectious Coryza

penyakit ayam petelur
layinghens.hendrix-genetics.com

Dikenal pula dengan snot atau pilek ayam, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Hemophillus gallinarum ini sering menginfeksi ayam petelur maupun pedaging. Unggas yang sudah terinfeksi, bisa menularkan pada kawanan lainnya. Selain itu, media air dan tanah pun bisa menularkan bakteri.

Gejala penyakit ini adalah kepala dan mata ayam membengkak, mata dan hidungnya mengeluarkan cairan, serta bagian sayapnya tampak basah. Akhirnya, pilek ayam ini membuat mereka tidak bertelur lagi.

Sejauh ini, masih belum ada vaksin khusus untuk mencegah penyakit ini. Jika ayam sudah terlanjur terinfeksi, jalan terbaik yang bisa diambil adalah membunuh mereka. Hal ini karena ayam yang sudah terkontaminasi itu menjadi pembawa penyakit seumur hidup mereka dan berbahaya bagi kawanan lain.

Pastikan untuk menjaga kebersihan air dan lingkungan kandang ayam. Tetap jaga pula agar ayam tidak membaur dengan unggas secara sembarangan.

15. Gumboro (Infectious Bursal Disease)

Salah satu jenis penyakit pada ayam ini pertama kali ditemukan di Gumboro, Delaware pada tahun 1962. Infectious Bursal Disease (IBD) merupakan penyakit yang sangat menular, baik pada ayam yang masih berumur 3 hari sampai 6 minggu.

Gejala dari penyakit Gumboro ini terjadinya diare berwarna keputihan, ayam tidak nafsu makan, gemetar, dan demam. Ciri lainnya adalah terjadi pendarahan pada otot dada/paha berbentuk garis, ginjal membengkak, pendarahan di perbatasan proventrikulus dan ventrikulus, serta bursa fabrisius bengkak dan radang.

Adapun cara menangani penyakit ayam ini berdasarkan beberapa sumber, yaitu memberinya terapi suportif dengan memberikan Gingertol, Gumbonal, dan Kumavit.

G. Ayam Lumpuh

16. Marek's Disease

jenis penyakit pada ayam yang disebabkan oleh virus adalah
agro4africa.com

Penyakit marek atau kanker unggas ini dipicu oleh kelompok virus Herpes. Ayam yang masih muda usia 20 mingguan ke bawah, mudah terinfeksi marek’s disease. Akibat dari penyakit ini, ayam menjadi lumpuh dan seperti tidak merespon cahaya.

Jika ayam sudah terlanjur mengalami sakit ini, mau tidak mau mereka harus dikorbankan agar tidak menyebarkan penyakit pada unggas lain. Sementara untuk pencegahannya, segera lakukan vaksinasi dini saat ayam berusia 1 hari.

17. Thrush

Dikenal pula dengan candidiasis atau pun sariawan, penyakit ini dipicu oleh ragi Candida albicans. Ayam yang sudah terinfeksi akan tampak lesu dan bulu-bulunya mengerut.

Biasanya, penularan penyakit ini melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Sebagai cara pencegahan, pastikan untuk menjaga kebersihan wadah dan makanan ayam. Walau belum ada vaksin, namun masih bisa diberikan obat anti jamur dari dokter hewan saat ayam terinfeksi.

H. Penyakit pada Kaki Ayam

18. Bumblefoot

cara mengobati penyakit ayam di musim pancaroba
www.bhwt.org.uk

Dikenal juga dengan nama bubulen ini akan membuat kaki ayam bengkak. Ayam yang terinfeksi biasanya karena tidak sengaja terluka, tergores, robek, dan lain sebagainya.

Karena tidak bisa mengontrol penyebab penyakit ini, anda bisa mengawasi ayam agar tidak melukai dirinya sendiri. Selain itu, saat melihat ada luka di kaki ayam, segera cuci dan beri disinfeksi untuk mencegah penyakit semakin berkembang.

I. Pengobatan Ayam Ngorok

19. Penyakit Ayam CRD

apa obat penyakit ayam kepalanya bengkak
www.agroklub.com

Sebutan penyakit ini beragam, yaitu Chronic respiratory disesase (CRD), CRD Compleks, Air Sac/ penyakit kantung udara/ngorok. Mycoplasma gallisepticum sebagai penyebab penyakit CRD sering menyerang ayam yang lemah.

Ayam yang sudah terinfeksi pernapasannya akan terusik. Mereka pun sering bersin, batuk, sendinya bengkak, bahkan sampai akhirnya mati.

Pencegahan terhadap penyakit ini bisa dilakukan dengan memberikan vaksin. Cara meredakannya juga bisa dilakukan, yaitu dengan antibiotik dari dokter hewan. Proses penyembuhan ayam ngorok harus segera dilakukan untuk mencegah penularan.

20. Mushy Chick

Dikenal sebagai penyakit pusar, masalah kesehatan ini karena pusar yang tidak tertutup dengan baik terinfeksi oleh bakteri. Penyebabnya bisa karena inkubasi yang salah, terlalu panas atau bahkan terlalu dingin pasca ayam menetas, atau sanitasi pembenihan yang buruk.

Mushy chick yang sering dialami anak ayam baru menetas ini menyebabkan tubuh meradang, membesar, dan membiru. Bahkan, mereka juga mengeluarkan aroma kurang sedap. Ayam anakan yang terinfeksi ini pun tampak lemah dan lesu.

Walau belum ada vaksin khusus untuk penyakit ini, namun pemberian antibiotik bisa diandalkan. Selain itu, pastikan untuk memisahkan anak ayam yang terinfeksi dengan yang sehat agar tidak tertular.

J. Ayam Batuk

21. Pullorum

penyakit anak ayam
www.youtube.com

Bakteri Salmonella pullorum adalah dalang dari pullorum atau penyakit berak kapur. Efek penyakit pada anak ayam dan ayam dewasa agak berbeda. Di mana anak ayam yang terinfeksi akan sulit bernapas dan terlihat ada pasta putih di bagian punggungnya. Bahkan semakin akan mati mendadak.

Sementara pada ayam dewasa, gejala yang timbul berupa batuk, bersin, dan enggan bertelur.

Karena vaksin masih belum ditemukan, ayam yang menderita pullorum harus segera dimusnahkan.

K. Penyakit Flu Burung pada Ayam

22. Avian Influenza (AI)

penyakit ayam pada manusia
www.bbc.co.uk

Penyakit flu burung ini sempat viral, terlebih bisa menular pada manusia. Itulah kenapa, penanganan harus segera dilakukan begitu ayam mengalami tanda-tanda seperti mengalami masalah pernapasan, tidak bertelur, diare, muka ayam membengkak, jengger dan pialnya membiru.

Bahkan terkadang jengger dan kakinya memiliki bintik-bintik merah gelap.

Sampai saat ini, vaksin masih belum ditemukan. Sehingga ayam yang sudah terinfeksi harus segera dimusnahkan. Anda juga harus lebih memerhatikan lingkungan unggas, terlebih jika mengenalkan mereka pada anggota baru.

Itulah macam-macam penyakit pada ayam yang berbahaya, bahkan mematikan. Setelah mengetahuinya, segera cek kondisi unggas anda agar bisa lekas ditangani.

Lebih baru Lebih lama

Cek artikel niadinet lainnya via Google News

Formulir Kontak