Ringkasan:{alertringkas}
- Tujuh dari 10 orang terkaya dunia saat ini berasal dari sektor teknologi.
- Elon Musk memimpin daftar dengan kekayaan fantastis usai lonjakan valuasi bisnis AI dan antariksa.
- Ledakan AI mendongkrak harta para taipan, namun memunculkan risiko gelembung pasar.
Daftar Orang Terkaya Dunia 2026: Bos Teknologi Kuasai Papan Atas
niadi.net — Dominasi pengusaha teknologi dalam daftar orang terkaya dunia semakin sulit terbantahkan.
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), komputasi awan, hingga industri semikonduktor membuat valuasi perusahaan teknologi melonjak signifikan. Dampaknya, kekayaan para pendiri dan pemegang saham utama ikut terdongkrak ke level yang belum pernah tercatat sebelumnya.
Berdasarkan indeks real-time majalah Forbes, tujuh dari sepuluh individu terkaya di dunia saat ini berasal dari sektor teknologi. Sementara itu, daftar yang dihimpun Bloomberg menunjukkan pola serupa, meski terdapat perbedaan angka akibat metodologi penghitungan yang berbeda.
Fenomena ini menegaskan bahwa era ekonomi digital dan AI menjadi mesin pencetak kekayaan terbesar dalam dekade terakhir.
Elon Musk Pecahkan Rekor Kekayaan Global
Di posisi puncak terdapat Elon Musk, pengusaha yang memimpin sejumlah perusahaan teknologi dan antariksa seperti Tesla, SpaceX, dan platform X (sebelumnya twitter).
Per 9 Februari 2026, kekayaan bersih Musk versi Forbes mencapai 844,7 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 14.211 triliun (kurs Rp 16.814 per dollar AS). Angka tersebut menjadikannya individu pertama dalam sejarah modern yang menembus ambang 800 miliar dollar AS.
Lonjakan kekayaan Musk dipicu oleh restrukturisasi dan integrasi bisnis berbasis AI yang ia miliki, termasuk penggabungan entitas kecerdasan buatan dengan bisnis antariksa.
Forbes mencatat nilai gabungan perusahaan tersebut mencapai 1,25 triliun dollar AS, yang secara langsung mendongkrak nilai kekayaan pribadinya.
Sementara itu, versi Bloomberg menempatkan Musk dengan estimasi kekayaan lebih rendah, yakni sekitar 672 miliar dollar AS.
Perbedaan tersebut muncul karena Bloomberg menggunakan metode penghitungan berdasarkan harga penutupan pasar saham di New York setiap hari, bukan pembaruan hampir real-time seperti Forbes.
Pendiri Google Tempati Posisi Dua dan Tiga
Di bawah Musk, dua pendiri Google —Larry Page dan Sergey Brin— menempati posisi kedua dan ketiga.
Larry Page memiliki estimasi kekayaan sekitar 264,4 miliar dollar AS menurut Forbes, sedangkan Sergey Brin sekitar 243,9 miliar dollar AS. Keduanya diuntungkan oleh ekspansi bisnis Alphabet di bidang AI, komputasi awan, dan pengembangan model bahasa besar (large language model/LLM).
Google yang kini berada di bawah induk usaha Alphabet terus memperkuat posisinya dalam persaingan AI global, bersaing ketat dengan pemain besar lain di Amerika Serikat dan Asia.
Daftar Lengkap 10 Orang Terkaya Dunia Versi Forbes
Berikut daftar 10 orang terkaya dunia versi Forbes real-time:- Elon Musk – 844,7 miliar dollar AS (Tesla, SpaceX)
- Larry Page – 264,4 miliar dollar AS (Google)
- Sergey Brin – 243,9 miliar dollar AS (Google)
- Mark Zuckerberg – 226,8 miliar dollar AS (Meta/Facebook)
- Jeff Bezos – 224,3 miliar dollar AS (Amazon)
- Larry Ellison – 186,4 miliar dollar AS (Oracle)
- Bernard Arnault & keluarga – 164,8 miliar dollar AS (LVMH)
- Jensen Huang – 161 miliar dollar AS (Nvidia)
- Warren Buffett – 150,4 miliar dollar AS (Berkshire Hathaway)
- Rob Walton & keluarga – 149 miliar dollar AS (Walmart)
Dari daftar tersebut, hanya tiga nama yang tidak murni berasal dari sektor teknologi, yakni Bernard Arnault (barang mewah), Warren Buffett (investasi), serta keluarga Walton (ritel).
Versi Bloomberg: Komposisi Serupa, Angka Berbeda
Indeks Bloomberg Billionaires juga menunjukkan dominasi sektor teknologi. Meski terdapat perbedaan nominal, komposisi daftar relatif mirip.
Beberapa posisi mengalami pertukaran urutan, misalnya Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg yang bertukar tempat dibandingkan versi Forbes.
Perbedaan ini muncul karena metode kalkulasi. Forbes memperbarui nilai kekayaan hampir setiap lima menit dengan jeda harga 15 menit, sedangkan Bloomberg menghitung berdasarkan harga saham final setelah pasar tutup.
Berikut daftar 10 orang terkaya dunia versi Bloomberg Billionaires realtime:- Elon Musk – 672 miliar dollar AS (Tesla, SpaceX)
- Larry Page – 276 miliar dollar AS (Google)
- Sergey Brin – 257 miliar dollar AS (Google)
- Jeff Bezos – 235 miliar dollar AS (Amazon)
- Mark Zuckerberg – 234 miliar dollar AS (Meta/Facebook)
- Larry Ellison – 195 miliar dollar AS (Oracle)
- Bernard Arnault & keluarga – 178 miliar dollar AS (LVMH)
- Jim Walton – 155 miliar dollar AS (Walmart)
- Jensen Huang – 153 miliar dollar AS (Nvidia)
- Warren Buffett – 152 miliar dollar AS (Berkshire Hathaway)
Ledakan AI dan Lonjakan Valuasi
Kenaikan drastis kekayaan para taipan teknologi tidak bisa dilepaskan dari ledakan AI global. Sejak 2024, perusahaan berbasis AI mengalami lonjakan investasi besar-besaran.
Perusahaan seperti Nvidia, yang dipimpin Jensen Huang, menjadi tulang punggung revolusi AI melalui penyediaan chip grafis (GPU) untuk pelatihan model AI skala besar. Lonjakan permintaan chip membuat valuasi Nvidia melejit dan turut mengerek kekayaan Huang.
Bloomberg memperkirakan total kekayaan 10 pengusaha teknologi terbesar di Amerika Serikat mencapai 2,5 triliun dollar AS pada Desember 2025, naik dari sekitar 1,9 triliun pada periode sebelumnya. Namun angka tersebut terutama berasal dari nilai saham yang mereka miliki, bukan likuiditas tunai.
Ancaman AI Bubble: Risiko di Balik Euforia
Meski mencatatkan pertumbuhan impresif, fenomena AI juga memunculkan kekhawatiran tentang potensi gelembung pasar (AI bubble). Istilah ini merujuk pada kondisi ketika harga saham dan valuasi perusahaan meningkat jauh lebih cepat dibandingkan fundamental bisnisnya.
Sebagian analis menilai situasi saat ini memiliki kemiripan dengan gelembung dot-com pada akhir 1990-an, ketika perusahaan internet dihargai sangat tinggi sebelum akhirnya banyak yang kolaps.
Namun, ada pula pandangan optimistis yang menyebut AI memiliki fondasi bisnis lebih kuat dibandingkan era dot-com, karena telah diterapkan secara luas dalam industri, mulai dari kesehatan, otomotif, keuangan, hingga pertahanan.
Jika gelembung benar-benar terjadi dan pecah, valuasi perusahaan teknologi bisa terkoreksi tajam. Hal ini otomatis berdampak pada estimasi kekayaan para miliarder yang sangat bergantung pada kepemilikan saham.
Dominasi Teknologi di Peta Kekayaan Global
Fenomena 7 dari 10 orang terkaya dunia berasal dari sektor teknologi menunjukkan pergeseran struktur ekonomi global. Jika pada era sebelumnya sektor energi dan manufaktur berat mendominasi, kini kekuatan ekonomi bertumpu pada data, perangkat lunak, komputasi awan, serta AI.
Ke depan, dinamika kekayaan para konglomerat teknologi akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas pasar saham, regulasi pemerintah terhadap AI, serta kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan laba.
Apapun arah perkembangannya, satu hal yang jelas: teknologi saat ini menjadi mesin utama pencipta kekayaan terbesar di dunia.